RoboticTutorial-Beginner

1. Otak Robot

Pada dasarnya terdiri dari dua bentuk, analog dan digital.

  • Analog Brain

Otak analog dibuat dari rangkaian yang terdiri dari kapasitor, resistor, transistor dan komponen elektronika analog lainnya. Otak analog ini memiliki kerugian, yaitu pertama otak analog membutuhkan pengetahuan elektronika yang bagus untuk mendesainnya, kedua, susah untuk merubah sifat rangkaian dan perlu merombak total rangkaian.

  • Digital Brain

Ini sangat disarankan bagi pemula robotic maupun elektronik. Disini menggunakan microcontroller, disamping otak-otak lain seperti microprocessor, fpga, dll.

Microcontroller terdiri dari memori, processor dan i/o. keunggulan microcontroller ialah dia dapat deprogram beberapa kali untuk merubah perilakunya. Pemrograman microcontroller cukup mudah dipelajari, yaitu dengan terus mencoba beberapa tutorial dan contoh,(bukan menghafal program)maka anda akan dapat membuat sendiri programnya.

2.Motor

Motor adalah salah satu metode yang paling umum digunakan untuk menggerakkan robot. Ini dapat dihubungkan ke gear dan roda.

Ada 3 motor yang sering digunakan dalam robot yaitu motor DC, stepper motor, dan servo motor.

  1. Motor DC

Ini adalah yang paling umum dan mudah digunakan dari motor-motor yang tersedia. Terkoneksi dengan dua kabel ke power supply dan arahnya dapat diubah dengan mengubah polaritas catuan.

Motor tidak dapat langsung disambungkan ke processor, karena processor tidak dapat memberikan arus yang cukup ke motor, sehingga diperlukan metode untuk mengontrol motor DC menggunakan processor. Banyak metode yang digunakan misal menggunakan rangkaian dari transistor, relay, maunpun chip driver motor.

Jadi urutan rangkaiannya: Processor>>DriverMotor>>Motor

Contoh konfigurasi gerak motor:

Pin1         Pin2       Gerakan

On            off          maju

Off           on           mundur

Off           off          berhenti

Ket: pin1 dan pin2=pin kendali pada driver motor, on/off dibuat dengan menentukan output processor apakah high atau low.

Anda bias mencoba langsung dengan member catuan pada motor dengan dibolak-balik maka akan anda temukan putaran motor yang bolak-balik juga.

Motor_DC_2Pole 2.Servo Motor

Servo adalah motor pengendali sempurna yang dapat diperintahkan untuk berotasi pada posisi tertentu. Kebanyakan servo dapat berotasi antara 90 sampai 180, beberapa ada yang 360. Meskipun servo dapat dibuat kontinu tetapi ini tidak cocok untuk ngedrive roda, tapi cocok untuk pergerakan kaki, penggerak sayap dan sebagainya.

Servo terdiri motor DC, gear dan driver. Karena sudah ada driver maka dapat langsung dikendalikan dengan microcontroller. Servo terdiri dari 3 kabel, 2kabel untuk catuan (vcc+ground), yang satu untuk kendali yang dihubungkan ke micro.

servo

Tegangan servo antara 5 sampai 7volt. Dengan mengatur delay antar pulsa yang diberikan ke servo maka akan didapat posisi yang diinginkan.

3. Stepper motor

Stepper berkerja demgam prinsip kerja sama dengan motor DC, hanya saja motor dc mempunyai 1 kumparan (ditengah) yang berputar mengelilingi magnet (disisi), sedangkan mempunyai 1 magnet (ditengah) berputar mengelilingi banyak kumparan.

Ketika salah satu kumparan diberi arus maka akan timbul medan magnet yang berbeda kutub dengan magnet ditengah, sehingga magnet akan tertolak pada kumparan selanjutnya, jika ini dilakukan berulang maka akan terjadi putaran dari magnet.

Dengan mengatur delay dari urutan masukan yang diberikan ke kumparan maka akan didapatkan kecepatan putar yang diinginkan.

stepper3.Sensor

Untuk memahami lingkungan kita, kita diberi indra. Demikian pula robot, untuk mengenal lingkungannya sendiri maka robot harus diberi “indra” yaitu sensor. Dalam pengenalan kali ini diperkenalkan dua jenis sensor, sensor benturan dan sensor cahaya.

  1. Sensor benturan

Sensor ini digunakan untuk mendeteksi apakah robot menabrak, sehingga dapat diperintah untuk belok atau menjalankan aksi lainnya. Sensor ini menggunakan saklar/switch yang dipasang pada bodi robot.

Penggunaan switch memungkinkan pengolahan ke micro lebih mudah karena switch bekerja on/of (sudah digital). Berikut diberikan bagan sensornya:

gmb_beginner

Fungsi dari resistor yaitu untuk menahan signal pada ground ketika switch off. Jika tidak ada resistor maka signal akan ‘floating’ sehingga menyebabkan pembacaan yang tidak dapat diandalkan ketika micro mencoba memutuskan apakah on atau off.

2. Sensor cahaya

    Sensor ini dapat digunakan untuk membuat robot anda mengikuti cahaya, mengikuti garis, bersembunyi dalam kegelapan, menyalakan lampu jika cahaya ruang kurang, dan sebagainya.

    Pada dasarnya ini merupakan resistor yang mengubah resistansinya sesuai intensitas cahaya yang diterima. Intensitas tinggi resistansi akan kecil dan sebaliknya.

    Output sensor analog sehingga sebelum diolah ke micro perlu dilewatkan dulu ke pengkondisi sinyal berupa ADC supaya dihasilkan output digital. Atau jika micro dilengkapi fitur ADC maka dapat langsung di masukkan ke micro dengan seting dan program tertentu.

    Sumber:

    http://www.electronicsteacher.com/robotics/robotics-tutorial/beginners-robotics/


    2 responses to “RoboticTutorial-Beginner

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: